Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Desember 2020•Update: 15 Desember 2020
Emin Avundukluoglu
ANKARA
Menteri Pendidikan Turki mengatakan pemerintah berharap untuk melanjutkan pendidikan tatap muka segera setelah kondisi pandemi Covid-19 membaik.
"Kami menunggu kondisi yang matang untuk memulai pendidikan tatap muka secepat mungkin," kata Ziya Selcuk kepada anggota parlemen dalam debat anggaran 2021, Minggu.
Selcuk mengatakan anggaran pendidikan telah ditetapkan sebesar TRY211,9 miliar, 15,7 persen dari anggaran pemerintah untuk tahun 2021.
“Kami meningkatkan anggaran investasi kami untuk bidang-bidang yang kami anggap penting seperti transisi ke pendidikan tunggal dan pendidikan pra-sekolah, pendidikan jarak jauh, kegiatan penguatan gempa di sekolah dan infrastruktur bengkel sekolah menengah kejuruan sebesar 94 persen menjadi TRY11,3 miliar," ungkap dia.
Selcuk mengatakan bahwa hampir setengah juta papan digital interaktif telah dipasang di sekolah-sekolah selama ini dan pemasangan 26.000 papan interaktif untuk sekitar 1.350 sekolah akan selesai pada akhir 2020.
Dia juga mencatat bahwa hanya empat negara di dunia yang dapat membuat tiga saluran TV terpisah untuk pendidikan, salah satunya adalah Turki.
Selcuk mengatakan dukungan tablet untuk siswa yang tidak bisa mengakses pendidikan jarak jauh terus berlanjut dan 200.000 tablet akan didistribusikan kepada siswa pada 21 Desember.
Sebanyak 300.000 tablet tambahan akan didistribusikan hingga pertengahan Januari 2021.
“Kami terus merumuskan kebijakan yang akan membentuk 20-30 tahun ke depan secara bertahap untuk sistem pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing universal,” katanya.
Turki melanjutkan sistem belajar mengajar jarak jauh pada 20 November hingga 4 Januari tahun depan.
Pembelajaran jarak jauh akan berlanjut melalui saluran Jaringan Informasi Pendidikan (EBA) TRT penyiar nasional dan kursus langsung, sementara semua guru dapat melaksanakan pelajaran langsung melalui EBA.