Muhammet Tarhan
ANKARA
Wakil Menteri Luar Negeri Turki Yavuz Selim Kiran pada Selasa memuji Jepang yang telah mengalokasikan dana USD14 juta sebagai paket bantuan terbaru untuk perlindungan bagi pengungsi Suriah di Turki di tengah pandemi virus korona.
Kiran mengadakan konferensi pers bersama Duta Besar Jepang untuk Ankara Suzuki Kazuhiro dan Perwakilan Badan Pengungsi PBB di Turki, Philippe Leclerc.
Dia mengatakan bahwa Turki memiliki hubungan yang mengakar kuat dan sempurna dengan Jepang, dan kerja sama ekonomi kedua negara telah meningkat secara substansial dalam beberapa tahun terakhir.
Menyoroti penanganan bersama wabah Covid-19 adalah indikator lain dari hubungan yang kuat, Kiran mengatakan Turki menyambut baik bantuan tersebut dari Jepang.
Meski sudah satu dekade sejak perang saudara berdarah meletus di Suriah, krisis masih menjadi tragedi kemanusiaan yang membutuhkan tanggapan segera dari komunitas internasional, menurut pejabat Turki itu.
Wamenlu Turki mencatat bahwa Ankara menyalurkan bantuan untuk sembilan juta warga Suriah yang tinggal di Turki dan di tanah air mereka. Turki juga telah menghabiskan lebih dari USD40 miliar, yang sebagian besar didanai oleh sumber-sumber nasional.
Turki telah membuka pintunya bagi orang-orang yang berjuang untuk melindungi hidup mereka, dan ini adalah bagian dari kebijakan luar negerinya yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, tutur Kiran.
Menekankan bahwa dana senilai USD14 juta akan digunakan untuk melindungi warga Suriah di tengah pandemi, dia mendorong aktor internasional lainnya untuk lebih berupaya menciptakan lingkungan yang sehat yang penting untuk kepulangan warga Suriah yang aman dan sukarela dari Turki.
Suzuki mengatakan bantuan dari Jepang untuk pengungsi Suriah di Turki telah mencapai USD570 juta, dan itu jauh lebih tinggi daripada negara non-NATO lainnya.
Dia mencatat bahwa tujuan bantuan itu adalah untuk meringankan beban Turki, dan Suzuki berharap semua pihak untuk memainkan peran konstruktif dalam kondisi kemanusiaan yang lebih baik bagi warga Suriah dan memajukan proses politik.
Suzuki menegaskan bahwa Turki telah menampung lebih banyak pengungsi daripada negara lain selama tujuh tahun terakhir dan sebagian besar pengungsi Suriah yang tinggal di Turki. Dia mengatakan dunia harus sadar bahwa beberapa telah tinggal di Turki selama 10 tahun.
Suriah dilanda perang saudara sejak awal 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak protes pro-demokrasi dengan kebrutalan yang tak terduga.
Selama 10 tahun terakhir, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta mengungsi, menurut pejabat PBB.
Turki saat ini menampung hampir 4 juta warga Suriah dengan status orang-orang di bawah perlindungan sementara, menjadikannya negara tuan rumah perlindungan teratas di dunia.
news_share_descriptionsubscription_contact
