Rhany Chairunissa Rufinaldo
25 Februari 2019•Update: 26 Februari 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi AS untuk menaikkan sebagian tarifnya atas barang-barang impor China hingga 25 persen, menyebut adanya kemajuan substansial dalam negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung.
Sanksi baru atas impor China senilai USD200 miliar ditetapkan mulai 1 Maret setelah jeda selama 90 hari dalam perang perdagangan bilateral yang disepakati Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
Sebaliknya, mereka akan tetap pada kebijakan tarif sebelumnya sebesar 10 persen.
Trump mengatakan Washington dan Beijing telah membuat kemajuan signifikan dalam perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, layanan, mata uang dan banyak masalah lainnya.
Dia tidak merinci berapa lama tenggat waktu itu diperpanjang.
"Sebagai hasil dari perundingan yang sangat produktif ini, saya akan menunda kenaikan tarif AS yang sekarang dijadwalkan untuk 1 Maret," cuit presiden di Twitter.
"Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan, kami akan merencanakan KTT antara Presiden Xi dan saya sendiri, di Mar-a-Lago, untuk menyimpulkan kesepakatan. Akhir pekan yang sangat baik untuk AS & China!" tambahnya.
Perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia telah bergema di pasar, membuat para investor mengamati perkembangannya dengan cermat di tengah pertumbuhan global yang lambat.
Delegasi Cina telah berada di Washington untuk putaran terakhir perundingan perdagangan pada akhir pekan untuk membahas lebih lanjut tentang kesepakatan perdagangan.
Menteri Pertanian Sonny Perdue mengatakan China, selama pembicaraan pada Jumat, berkomitmen untuk kembali membeli 10 juta metrik ton kedelai AS, menyebutnya sebagai sebuah itikad baik.