Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah khusus pada Rabu untuk menghentikan praktik pemisahan orang tua yang tidak memiliki identitas resmi - yang dicurigai melintasi perbatasan secara ilegal - dari anak-anak mereka.
Trump sebelumnya mengatakan pada Jumat lalu, dia tidak akan mampu memperbaiki situasi melalui tindakan eksekutif, dengan menyalahkan berbagai pihak seperti Kongres dan Demokrat atas praktiknya.
Tidak jelas apa yang menyebabkannya kini berubah dan apa yang akan terjadi pada lebih dari 2.000 anak yang telah dipisahkan dari orang tua mereka.
"Ini tentang menjaga keluarga bersama," kata Trump di Gedung Putih ketika dia menandatangani surat keputusan tersebut.
Trump, Rabu pagi, mengatakan tindakan yang kemudian memicu kecamana itu "akhirnya akan dicocokkan dengan undang-undang" setelah Ketua Parlemen Paul Ryan mengumumkan bahwa Dewan akan memberikan suara tentang masalah praktik tersebut pada Kamis.
Kebijakan "nol toleransi" Trump ditujukan kepada semua orang dewasa yang tidak memiliki dokumen lengkap untuk diseret dengan hukum pidana -- situasi yang berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang membatasi penyebutan kriminal untuk sebagian besar orang dewasa yang secara ilegal menyeberang ke AS dengan anggota keluarga mereka yang masih anak-anak.
Anak-anak, yang tidak dituduh melakukan kejahatan, dipisahkan sebagai akibat dari kasus pidana orang tua mereka. Sesuai peraturan, mereka tidak diizinkan untuk ditahan bersama orang tua mereka selama proses hukum.
Kemarin, Trump pun terus mempertahankan bahwa hukum akan terus mengadili semua orang dewasa yang secara ilegal menyeberang masuk ke AS.
"Kami akan memiliki perbatasan yang sangat kuat, tetapi kami akan menjaga keluarga bersama," katanya.
Trump mengatakan dia tidak suka "pandangan atau perasaan" dari perpisahan yang telah memicu pertentangan luas terhadap praktik pemerintahannya.
"Apa yang telah kami lakukan hari ini adalah menjaga keluarga bersama. Perbatasan sama tangguh, sama kuatnya," katanya.
Gambar-gambar telah dirilis terus menerus - sejak mereka mulai mengeluarkan pernyataan yang membingungkan - tentang anak-anak yang ditahan di kandang besi dengan rantai, yang akhirnya memperburuk isu yang sebelumnya sudah menjadi kontroversi.
Trump dan petinggi lainnya berusaha untuk membenarkan tindakan mereka dengan mengatakan bahwa hal itu diwajibkan oleh hukum, tetapi tidak ada undang-undang semacam itu.
Presiden AS itu juga berusaha menyalahkan Partai Demokrat karena praktiknya, tetapi mereka dan beberapa Republikan terkemuka bersikeras bahwa pemerintah dapat dengan mudah menghentikan aksinya secara independen, yang akhirnya kini dilakukan Trump.
Perintah khusus yang ditandatangani Trump itu membutuhkan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk "mempertahankan hak asuh keluarga asing ketika mereka terkena pidana atau terkena masalah imigrasi, dengan memperpanjang ijin tinggal, dan memberikan bantuan."
Ryan, yang bertemu dengan Trump bersama dengan anggota parlemen lainnya pada hari Selasa, mengatakan undang-undang yang akan ditentukan hari ini akan memungkinkan "keluarga untuk tetap bersama di bawah tahanan DHS sepanjang proses hukum mereka" dan akan meningkatkan dana DHS untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menangani penempatan dan perawatan keluarga imigran.
Beberapa kabar tersiar, kemungkinan Trump mendadak mengubah keputusannya tentang penanganan masalah migran ini dikarenakan bisikan istrinya, Melania Trump. Melania mengeluarkan pernyataan yang aneh tentang kebijakan pemerintah AS, di mana ia berpisah dengan suaminya atas kebijakan pemerintah. Sejak itu, diberitakan oleh CNN, dia dengan penuh semangat melobi presiden untuk mengubah kebijakan.
news_share_descriptionsubscription_contact
