Muhammad Abdullah Azzam
22 November 2018•Update: 22 November 2018
Dildar Baykan
NEW YORK
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengabaikan temuan CIA dan nilai-nilai Amerika, dengan memilih membela nilai-nilai Arab Saudi, ungkap artiket yang dirilis oleh dewan editorial The New York Times.
Dalam sebuah artikel berjudul "Trump membela nilai-nilai Arab Saudi" harian The New York Times mengkritik pendekatan Trump terhadap pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi.
Menyinggung pernyataan yang dikeluarkan Gedung Putih sebelumnya, artikel itu menyebut bahwa Trump tak memedulikan betapa salahnya pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, tak peduli siapa yang bertanggung jawab, dia tetap akan berdiri membela rezim Saudi.
Dalam pernyataannya Trump berkata, "Dunia adalah tempat yang sangat berbahaya!".
NYT membenarkan pernyataan Trump tersebut. Menurut mereka Trump telah membuat dunia menjadi tempat yang lebih berbahaya dengan mendorong para diktator di Arab Saudi atau di tempat lainnya.
Artikel itu menekankan bahwa Trump tidak akan mengambil risiko mempertaruhkan hubungan dengan Arab Saudi yang berlandaskan dengan perdagangan dan uang.
Belakangan beberapa pejabat Badan Intelijen Pusat AS (CIA) menyampaikan keyakinan mereka bahwa Putra Mahkota Muhammed bin Salman berada di belakang pembunuhan Khashoggi,
Washington Post berpendapat sebenarnya AS dapat mempertahankan hubungan dengan Arab Saudi tanpa kepemimpinan Muhammed bin Salman.
Akan tetapi, seperti yang diketahui pemerintah AS tak ingin menggantikan Muhammed bin Salman secara paksa.
Meski begitu, "Pemerintah Trump dapat menjatuhkan sanksi kepada Muhammed bin Salman untuk melanjutkan hubungan dengan rezim Saudi," ungkap Washington Post itu.