Muhammad Abdullah Azzam
04 Juni 2020•Update: 05 Juni 2020
Tuba Sahin
ANKARA
Tingkat pengangguran di Uni Eropa (UE) naik menjadi 6,6 persen pada April 2020, naik dari bulan sebelumnya sebesar 6,4 persen,
Namun angka ini turun dari 6,8 persen pada periode yang sama tahun lalu, lapor Eurostat.
Tingkat pengangguran di kawasan euro sebesar 7,3 persen, naik dari 7,1 persen pada Maret.
Zona euro atau EA19 mewakili negara anggota yang menggunakan mata uang tunggal - euro - sementara EU27 mencakup semua negara anggota blok tersebut.
Eurostat menggarisbawahi bahwa langkah-langkah pembatasan terkait Covid-19 yang diterapkan sejak Maret telah memicu peningkatan tajam dalam jumlah permohonan tunjangan pengangguran di seluruh Uni Eropa.
"Dibandingkan dengan Maret 2020, jumlah orang yang menganggur meningkat 397.000 orang di UE dan 211.000 di kawasan euro," tambah mereka.
Hampir 14,1 juta pria dan wanita di zona EU27, termasuk 11,9 juta di antaranya yang berada pada zona euro, menganggur pada April.
"Tingkat pengangguran untuk wanita sebesar 6,8 persen di UE dan pria 6,4 persen pada April 2020," kata Eurostat.
Eurostat juga mengatakan ada sekitar 2,78 juta pemuda di bawah 25 tahun menganggur, sehingga tingkat pengangguran kaum muda di EU27 pada Januari mencapai 15,4 persen.
Czechia, Polandia dan Belanda melaporkan tingkat pengangguran terendah dengan masing-masing 2,1 persen, 2,9 persen dan 3,4 persen pada April.
Tingkat tertinggi dialami oleh Spanyol dengan 14,8 persen dan Latvia dengan 9 persen pada April.