Muhammad Abdullah Azzam
28 April 2020•Update: 29 April 2020
Omer Koparan
TAL ABYAD, Suriah
Organisasi teroris YPG/PKK mengirim seorang warga sipil di Suriah ke daerah Tal Abyad dengan kendaraan yang dipenuhi bahan peledak.
Namun warga sipil itu melaporkan rencana serangan itu kepada Tentara Nasional Suriah (SNA) untuk mencegah kemungkinan serangan mematikan.
Setelah meminta suaka dari SNA, warga Suriah yang berinisial FU itu melaporkan rencana serangan YPG/PKK pada 14 April.
FU mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kelompok teroris telah menculiknya pada 12 April di provinsi Raqqa di Suriah tengah dan membawanya ke distrik Ayn Issa di utara, yang saat ini diduduki oleh teroris YPG/PKK.
"Setelah ditahan dan dipukuli selama kurang lebih satu hingga dua jam, mereka membawa saya ke seseorang dengan peringkat yang lebih tinggi. Dia menyanyikan lagu-lagu Kurdi. Melalui seorang penerjemah, dia bertanya apakah saya takut mati," tutur FU.
"Mereka mengatakan kepada saya: 'Kami memiliki salah satu kendaraan teman kami di sini yang perlu dibawa kembali ke sana [Tal Abyad]. Dia tidak bisa datang untuk membawa kembali mobilnya, jika Anda melakukannya, kami akan memberi Anda uang,” sebut FU menceritakan bahwa mereka menjanjikan dua juta pound Suriah (USD3.870).
Para teroris mengancam akan membunuh anak-anak FU jika dia tidak mematuhi perintah mereka, kelompok teroris juga menjanjikan pembebasan daerah-daerah yang diduduki jika dia berhasil.
Takut ancaman terhadap nyawa dia dan keluarganya, FU pun menerima sebuah kendaraan dan ponsel. Dia diperintahkan untuk menelepon nomor tertentu ketika dia memasuki titik kontrol pertama di distrik Saluq Tal Bayad.
Segera setelah dia mencapai wilayah Operasi Perisai Perdamaian yang dikendalikan oleh SNA, FU berlari ke titik kontrol tempat berada tentara Turki dan pasukan SNA.
"Begitu saya meninggalkan Ayn Issa, saya curiga sama kendaraan yang diberikan kepada saya. Saya tidak tahu ada bom, tapi saya tahu ada sesuatu yang mencurigakan terjadi ketika mereka menutup mata saya ketika masuk ke dalam kendaraan.”
“Saya tidak menelepon nomor yang mereka berikan kepada saya ketika saya memasuki wilayah tersebut. Saya berlari hampir satu kilometer (0,6 mil) untuk menyerahkan diri kepada tentara Turki dan SNA," tutur dia.
Pasukan keamanan kemudian memeriksa kendaraan dan menemukan bahwa bom itu tidak terhubung dengan kontak kendaraan. Mereka kemudian menghancurkan kendaraan di tempat itu.
YPG/PKK masih melanjutkan upaya untuk menyusup ke daerah-daerah di Suriah utara, mereka kerap menargetkan Tal Abyad dari distrik Raqqa.
Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer besar di Suriah barat laut - Operas Perisai Eufrat dan Ranting Zaitun - untuk membersihkan wilayah dari kelompok teroris Daesh dan YPG/PKK.