16 Februari 2018•Update: 17 Februari 2018
Fatma Esma Arslan
ANKARA
Seorang teroris PYD/PKK di Afrin, Suriah pada hari Kamis mengaku berpakaian sipil agar tidak diserang oleh Tentara Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Saluran berita Rusia, Russia Today (RT) menyiarkan sebuah wawancara dengan seorang teroris di Afrin, Suriah dalam bahasa Arab.
Teroris yang mengenakan pakaian sipil tersebut mengaku bahwa teroris PYD/PKK bersembunyi di balik pakaian sipil dengan senjata mereka agar tidak menjadi target pasukan Turki dan FSA yang sedang melangsungkan operasi memberantas teroris di Afrin.
"Kami bersembunyi di kebun zaitun dengan pakaian sipil kami agar aman," kata dia.
Wawancara tersebut juga memperlihatkan bahwa organisasi teror PYD/PKK menggunakan warga sipil untuk melakukan serangan terhadap pasukan dan kota-kota Turki.
Ketika seorang koresponden menanyakan alasan mereka mengenakan pakaian sipil, teroris tersebut mengatakan, "karena pasukan Turki dan FSA hanya menargetkan teroris yang mengenakan seragam militer. Kami hanya bisa bertahan sebagai 'warga sipil'."
Kelompok teror tersebut menggunakan warga sipil sebagai tameng dan mencegah warga sipil meninggalkan kota.
Pada 20 Januari lalu, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Militer Turki mengatakan hanya target teroris yang dihancurkan dan memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil