Maria Elisa Hospita
10 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Perdana Menteri Georgia Mamuka Bakhtadze meminta Rusia untuk menarik pasukan militernya dari wilayah Georgia.
"Saya ingin Rusia mematuhi komitmennya dan menarik pasukan militernya dari wilayah Georgia. Ini adalah pesan yang paling tepat untuk merampingkan hubungan kami," kata Bakhtadze dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis.
Pernyataan itu dikeluarkan saat briefing peringatan 10 tahun Perang Rusia - Georgia yang berakhir pada 16 Agustus 2008.
"Agresi Rusia, pendudukan wilayah kami, korban jiwa, puluhan ribu pengungsi dan orang-orang terlantar masih menjadi luka yang menganga bagi setiap warga Georgia," ujar PM Georgia.
Dia menambahkan bahwa tanggapan Georgia terhadap "agresi" Rusia adalah perdamaian, membangun negara yang kuat, dan mengembangkan lembaga-lembaga publik berstandar Eropa.
Pada tahun 2008, Tbilisi berperang melawan Rusia selama lima hari.
Akibat perang itu, Georgia kehilangan kendali atas wilayah Ossetia Selatan dan Abkhazia, dan Rusia kemudian mengakui dua wilayah itu sebagai negara merdeka.