Maria Elisa Hospita
25 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Sebuah survei menunjukkan kurang dari seperempat responden di Amerika Serikat menginginkan negaranya untuk berperang dengan Iran.
Dari hasil survei Hill-HarrisX yang dirilis pada Senin, hanya 19 persen responden yang menginginkan Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan ke Iran, sementara lima persen menginginkan deklarasi perang secara resmi.
Secara keseluruhan, 58 persen dari mereka yang berpartisipasi dalam survei mengatakan mereka ingin Trump mengadopsi aksi non-militer terhadap Iran yang menembak jatuh pesawat pengintai AS pekan lalu.
Sementara itu, sekitar 20 persen merasa tak yakin tanggapan apa yang seharusnya diambil oleh AS.
Pada Senin, Trump menjatuhkan sanksi ke sejumlah pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Selain Khamenei, AS juga memberi sanksi ke delapan pemimpin senior Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk komandan pasukan udara dan darat, dan lima pemimpin distrik angkatan laut.
Menurut Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Trump juga berencana memberi sanksi ke Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif akhir pekan ini.
Hubungan AS dan Iran memanas sejak tahun lalu, ketika pemerintah AS secara sepihak menarik diri pakta nuklir yang ditandatangani oleh Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman.
Sejak itu, AS memulai kampanye diplomatik dan ekonominya untuk menekan Iran agar bersedia melakukan negosiasi ulang.
Salah satu kampanye itu adalah pemberlakuan kembali sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran, yang telah menyebabkan perekonomian Iran merosot.