Hayati Nupus
01 September 2019•Update: 02 September 2019
Zehra Nur Duz
ANKARA
Setidaknya lima orang tewas dan 21 lainnya terluka akibat penembakan di negara bagian Texas, selatan AS, kata polisi, Sabtu.
“Kami memiliki catatan setidaknya 21 korban penembakan dan lima orang meninggal,” kata Kepala Polisi Odessa Michael Gerke dalam konferensi pers, yang disiarkan media lokal.
Sementara itu, Departemen Kepolisian Midland mengkonfirmasi bahwa pelaku ditembak dan tewas di Cinergy, Odessa.
“Tak ada penembak aktif saat ini. Semua agensi sedang menyelidiki laporan kemungkinan tersangka,” kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
Lewat unggahan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia memperoleh informasi penembakan di Texas itu dari Jaksa Agung William Barr.
“FBI dan Penegakan Hukum mengurusi penuh,” cuit Trump.
Sebelumnya, polisi memperingatkan bahwa seorang pria bersenjata yang membajak truk surat AS berkeliaran di jalan-jalan Kota Odessa dan Midland.
“Subyek (mungkin 2 orang) saat ini berkeliling Odessa menembaki orang-orang secara acak,” kata Departemen Kepolisian Odessa dalam pernyataannya.
Dalam pernyataan terpisah yang dirilis sebelumnya, Departemen Kepolisian Midland mengatakan mereka yakin ada dua penembak di dua kendaraan berbeda.
Namun, ketika ditanya soal penembak, Gerke berkata: “Sudah ada laporan. Itu mungkin saja, tapi sekali lagi tak ada konfirmasi.”
Juga pada Sabtu, setidaknya 10 remaja terluka dalam penembakan saat pertandingan sepak bola di negara bagian Alabama, selatan AS, menurut media setempat.
Insiden itu terjadi kurang dari sebulan setelah penembakan rasis mematikan di El Paso, Texas, yang menewaskan 22 orang dan melukai 24 lainnya.
Kejadian ini menekankan kembali soal pentingnya kontrol kepemilikan senjata yang lebih ketat di AS, seiring angka rasio kematian lebih banyak ketimbang negara industri lainnya.