Rhany Chairunissa Rufinaldo
03 Maret 2020•Update: 04 Maret 2020
Emre Aytekin
ANKARA
Setidaknya sembilan warga sipil di Kota Idlib, Suriah, tewas dalam serangan udara jet tempur Rusia pada Senin malam.
Pesawat-pesawat tempur Rusia melakukan sejumlah serangan di garis depan Idlib dan beberapa pemukiman sipil, termasuk Desa Fua.
Menurut sumber dari kelompok pertahanan sipil, laporan awal menunjukkan bahwa sembilan warga sipil tewas dan banyak lainnya terluka.
Pada Juli 2018, pasukan Assad mencapai kompromi dengan kelompok-kelompok anti-rezim bersenjata di mana penduduk dan pasukan rezim dievakuasi dari desa Fua dan Kfraya dengan imbalan pembebasan ribuan warga sipil rezim Bashar al-Assad yang diadakan di berbagai kamp.
Beberapa warga sipil yang dibebaskan kemudian diizinkan memasuki Kota Idlib, tempat mereka menetap.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, rezim dan pasukan Rusia di zona itu terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.
Terletak di barat laut Suriah, provinsi Idlib menjadi markas kubu oposisi dan kelompok bersenjata anti-pemerintah sejak pecahnya perang sipil pada 2011.
Saat ini wilayah tersebut dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dari seluruh penjuru negeri yang kehilangan tempat tinggal mereka beberapa tahun terakhir akibat serangan pasukan rezim.
Pada Minggu, Turki mengumumkan serangan baru, Operasi Perisai Musim Semi, di Suriah barat laut untuk melindungi warga sipil dari serangan rezim.
Langkah itu diambil setelah 34 tentara Turki gugur dan puluhan lainnya terluka dalam serangan udara rezim Assad di zona de-eskalasi pada 27 Februari.