Umar Idrıs
10 Februari 2020•Update: 11 Februari 2020
Mehmet Burak Karacaoglu, Esref Musa, Adham Kako
IDLIB, Syria
Pasukan rezim Suriah dan Rusia melakukan serangan udara di zona deeskalasi Idlib Suriah barat laut, menewaskan sedikitnya 17 warga sipil, mengutip informasi organisasi kemanusiaan White Helmets, pada Minggu.
White Helmets mengatakan area di dekat pusat kota dan desa Idlib menjadi sasaran serangan udara itu.
Turki terus mengirim bala bantuan ke zona de-eskalasi, dengan konvoi tentara Turki, termasuk sejumlah tank, di berbagai titik di Idlib.
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya, Rusia, terus meningkatkan serangan udara dan darat terhadap pemukiman sipil di zona tersebut.
Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, sejak itu, lebih dari 1.800 warga sipil di Idlib terbunuh dalam serangan yang dilakukan oleh rezim Assad dan pasukan Rusia dengan melanggar gencatan senjata tersebut.
Pada 10 Januari, Turki mengumumkan gencatan senjata baru di Idlib akan dimulai setelah tengah malam pada 12 Januari, tetapi rezim dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran melanjutkan serangan mereka.
Lebih dari 1,5 juta warga Suriah telah bergerak di dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir.
Turki tetap menjadi negara dengan pengungsi terbanyak di dunia, menampung lebih dari 3,7 juta migran sejak dimulainya perang saudara Suriah pada tahun 2011.
* Ditulis oleh Erdogan Cagatay Zontur