Maria Elisa Hospita
17 Januari 2019•Update: 18 Januari 2019
Andrew Wasike
NAIROBI, Kenya
Korban tewas akibat serangan teror di sebuah kompleks hotel di Nairobi, Kenya, bertambah menjadi 12 orang.
"Enam jasad ditemukan di lokasi kejadian. Seorang petugas polisi meninggal dunia saat menjalani perawatan," kata Inspektur Jenderal Polisi Joseph Boinett.
"Lima teroris berhasil diamankan dan Direktorat Investigasi Kriminal sudah berhasil menangkap dua tersangka utama yang diyakini memfasilitasi serangan itu. Saat ini mereka ditahan untuk membantu polisi dalam penyelidikan," tambah Boinett.
Korban jiwa terdiri dari 16 warga negara Kenya, satu warga Inggris, satu warga Amerika, dan tiga orang keturunan Afrika yang belum diidentifikasi.
Pada Selasa, militan Al-Shabaab menyerang Hotel Dusit dengan meledakkan kendaraan mereka di luar kompleks hotel. Mereka kemudian menyerbu masuk menggunakan senjata dan bahan peledak.
Petugas keamanan mengevakuasi lebih dari 700 orang dari hotel.
Pada Rabu, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mengumumkan bahwa para penyerang telah diamankan.
"Saya mengkonfirmasi bahwa operasi keamanan di kompleks Dusit sudah berakhir dan semua teroris telah diamankan," kata dia dalam siaran televisi nasional.
Presiden bertekad untuk menindak kelompok militan yang bermarkas di Somalia dan memerangi terorisme.
"Kami akan mencari setiap orang yang terlibat dalam pendanaan, perencanaan, dan pelaksanaan tindakan keji ini. Kami akan mengejar mereka tanpa henti sampai kemanapun dan meminta pertanggungjawaban mereka," tegas Kenyatta.
Al-Shabaab kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyebut serangan itu sebagai respons atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.