Muhammad Abdullah Azzam
11 Januari 2019•Update: 11 Januari 2019
İdris Okuducu
ANBAR
Seorang warga tewas dan 16 orang lainnya menderita luka-luka dalam serangan bom mobil di provinsi Anbar, Irak, menurut laporan awal, Jumat.
Menurut pernyataan dari kantor media Keamanan Irak, sebuah kendaraan berisi bom meledak di daerah pasar di pusat distrik Qaim, dekat perbatasan Suriah.
Selain menewaskan satu warga sipil, serangan itu juga melukai 16 orang lainnya, empat di antaranya petugas keamanan.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun organisasi Daesh diketahui kerap melakukan aksi serangan serupa di perbatasan Irak-Suriah.
Pasukan keamanan sudah memulai operasi penyelidikan skala besar untuk menghindari serangan-serangan berikutnya di wilayah tersebut.
Pada Desember 2017 lalu, mantan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi berkata, "pemerintah sepenuhnya telah mengambil alih Mosul dari tangan Daesh setelah tiga tahun diserang."
Pada saat yang sama, pemerintah di Baghdad menyatakan Daesh di Irak telah berhasil ditumpas melalui operasi yang didukung oleh aliansi internasional pimpinan Amerika Serikat.
Namun, dari waktu ke waktu, pejabat Irak mengumumkan diadakannya operasi melawan "sel-sel tidur" Daesh yang masih bertahan di beberapa bagian di Irak.