Muhammad Abdullah Azzam
08 Juli 2019•Update: 08 Juli 2019
Sayed Khodaberdi Sadat
KABUL
Setidaknya 12 orang tewas dan 179 lainnya menderita luka-luka dalam serangan teror dengan menggunakan kendaraan bermuatan bom di gedung Badan Intelijen Afghanistan di Provinsi Ghazni.
Juru bicara Gubernur Ghazni, Arif Nuri, mengatakan kepada media bahwa sekelompok teroris pada Minggu melancarkan serangan bom mobil terhadap gedung Badan Intelijen Nasional di pusat Provinsi Ghazni.
Serangan teror ini terjadi pada saat dialog perdamaian Afghanistan sedang berlangsung di Doha, Qatar.
Nuri mengungkapkan setidaknya 12 orang tewas dalam serangan itu, delapan di antaranya adalah petugas intelijen.
Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Kesehatan Vahidullah Mayar mengungkapkan 12 orang tewas dan 179 lainnya menderita luka-luka akibat serangan itu.
Beberapa korban luka di antaranya berada dalam kondisi kritis, dikhawatirkan jumlah korban tewas dapat meningkat, ujar Mayar.
Pihak Rumah Sakit Ghazni menjelaskan bahwa sebagian besar korban luka adalah warga sipil.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan Nuriye Nuzhat mengatakan serangan itu menghancurkan tiga sekolah yang berada di sekitar gedung tersebut.
Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan yang terjadi di tengah pembicaraan damai Afghanistan di Qatar.
Taliban dan Amerika Serikat menyatakan optimisme untuk perdamaian dalam dialog yang sedang berlangsung di ibu kota Qatar, Doha.
Dalam serangkaian cuitan di Twitter pada Sabtu, utusan AS Zalmay Khalilzad mengatakan bahwa enam hari terakhir perundingan dengan para pemimpin pemberontak Afganistan adalah sesi paling produktif hingga saat ini.
Pembicaraan antara AS dan Taliban dihentikan selama dua hari ketika sekelompok politisi Afghanistan dan aktivis masyarakat sipil mengadakan dialog intra-Afghanistan di tempat yang sama.