Muhammad Abdullah Azzam
19 Juni 2019•Update: 20 Juni 2019
Tufan Aktaş
ADDIS ABABA
Setidaknya 41 orang tewas dalam serangan bersenjata di dua desa di Mali.
Saluran televisi Prancis yang berpusat di Paris, France 24 melaporkan berdasarkan informasi yang didapatkan dari pejabat daerah Yoro, Issiaka Ganame, sedikitnya 41 orang tewas dalam serangan bersenjata di dua desa desa Yoro dan Gangafani.
Ganame mengatakan sebagian besar korban adalah anggota kelompok etnis Dogon.
Serangan tersebut menewaskan 24 orang di Yoro dan 17 lainnya di Gangafani.
Konflik etnis antara Dogon dan Fulani sejauh ini telah menewaskan ratusan orang di negara itu. Pada 10 Juni lalu setidaknya 95 orang tewas dalam serangan bersenjata di sebuah desa anggota kelompok etnis Dogon.
Di sisi lain, setidaknya 160 orang tewas, 65 terluka dan banyak rumah dibakar dalam insiden serangan terhadap penduduk Fulani di desa Ogossagou oleh orang-orang bersenjata dengan mengenakan pakaian pemburu Dozo pada 23 Maret lalu.
Sejak 2012 silam bagian utara dan tengah negara tersebut telah menjadi wilayah konflik separatis dan sasaran serangan teroris.
Operasi Barkhane yang dilancarkan pasukan Perancis dengan empat ribu pasukan bersama pasukan penjaga perdamaian Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi PBB di Mali (MINUSMA) dengan jumlah 15 ribu pasukan hingga kini masih belum berhasil mengatasi masalah keamanan di negara tersebut.