Maria Elisa Hospita
24 September 2018•Update: 25 September 2018
Hale Turkes
ANKARA
Selama hampir tiga bulan, Korea Selatan tidak membeli minyak mentah dari Iran.
Direktur Hubungan Masyarakat Kementerian Minyak Iran Kasra Nouri mengatakan Korsel adalah negara pertama yang benar-benar menghentikan pembelian dari Iran setelah Washington hengkang dari perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) pada Mei.
Media Iran, Shana, menyebutkan komentar Nouri merupakan tanggapan dari "klaim pejabat Korea Selatan bahwa perusahaan Korea Selatan dan Iran masih bekerja sama meskipun ada tekanan AS".
Menurut Shana, Duta Besar Korea Selatan untuk Iran Yu Chang Hwang mengatakan bahwa perusahaan Korsel bersedia untuk terus bekerja sama dengan Iran, terlepas dari penarikan diri AS dari perjanjian tersebut dan pemberlakuan kembali sanksi ke Teheran.
Sementara itu, Yu telah menemui Wakil Ketua Kamar Dagang Teheran, Industri, Pertambangan dan Pertanian untuk Urusan Internasional Mohammad Reza Bakhtiari untuk membicarakan hal ini.
"Perusahaan Korea Selatan tidak menghentikan kerja sama perdagangan dan bisnis dengan perusahaan Iran selama masa sanksi," tegas duta besar itu, mengacu pada pemberlakuan sanksi ekonomi ke Iran sebelum JCPOA.
India, Korea Selatan, dan Jepang adalah tiga pelanggan utama minyak mentah Iran di Asia,
Sebelum Mei, Korsel mengimpor rata-rata 180.000 barel per hari dari Iran.