Rhany Chairunissa Rufinaldo
08 Januari 2021•Update: 09 Januari 2021
Dilara Zengin, Servet Gunerigok
CAPE CANAVERAL, Florida
SpaceX meluncurkan satelit komunikasi Turki ke orbit pada Kamis malam.
Satelit Turksat 5A dibawa oleh roket Falcon 9 milik diluncurkan perusahaan teknologi itu dari Kompleks Peluncuran Luar Angkasa 40 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral di negara bagian Florida, AS.
Menurut Kementerian Transportasi dan Infrastruktur Turki, satelit itu akan menetap di orbit dalam empat bulan dan mulai beroperasi pada paruh kedua 2021.
Kementerian mengatakan hak frekuensi dan orbit negara dijamin untuk 30 tahun ke depan.
Misi tersebut merupakan peluncuran pertama SpaceX pada 2021.
Speaking ahead of the launch, Turkish Deputy Minister of Transport and Infrastructure Omer Fatih Sayan called Turksat 5A "one of the newest generation satellites that give us the opportunity to improve our capability in space."
Berbicara menjelang peluncuran, Wakil Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Omer Fatih Sayan menyebut Turksat 5A adalah salah satu satelit generasi terbaru yang memberi Turki kesempatan untuk meningkatkan kemampuannya di luar angkasa.
"Dengan Turksat 5A, pertama-tama kami akan melindungi hak orbit kami dan akan menyediakan layanan komersial melalui penyiaran dan komunikasi, terutama layanan internet dengan Ku-band ke daerah pedesaan," katanya kepada wartawan di depan pusat kendali misi SpaceX di Cape Canaveral.
Sayan mengatakan akan memakan waktu sekitar 140 hari bagi Turksat 5A untuk memasuki orbitnya.
Satelit tersebut kemudian akan diuji selama sebulan dan kendalinya akan dilakukan dari fasilitas Turksat di Ankara.
"Dibangun oleh Airbus Defense and Space dengan kontribusi Turki yang signifikan, satelit 5A Turki akan menyediakan layanan siaran televisi Ku-band di Turki, Timur Tengah, Eropa dan Afrika," menurut situs SpaceX.
Satelit tersebut akan membawa 42 transponder dan akan ditempatkan di slot orbit Turki yang tidak digunakan di 31 derajat BT.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Adil Karaismailoglu mengatakan tahun lalu bahwa satelit komunikasi baru, termasuk Turksat 5A, 5B dan 6A, akan membuat negara itu lebih kuat di luar angkasa.