05 Desember 2018•Update: 06 Desember 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia akan meningkatkan kemampuan tempurnya sebagai tanggapan terhadap rencana AS untuk mundur dari perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF), kata Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu, Selasa.
Pada 21 Oktober, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan niatnya untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.
Berbicara kepada para pemimpin militer dan intelijen Rusia di Moskow, Shoygu mengatakan negara tirai besi itu akan menggelar 4000 latihan militer dengan skala yang berbeda, serta 8.500 latihan tempur pada 2019.
"Latihan Militer Terpusat pada September 2019 akan menjadi acara terakhir dari permainan perang ini," kata Shoygu.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS menghabiskan USD716 miliar (10.324 triliun rupiah) untuk keperluan militer pada 2018.