Rıskı Ramadhan
27 Februari 2018•Update: 28 Februari 2018
Mohamad Misto, Selen Temizer
GHOUTA TIMUR/ANKARA
Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Selasa masih terus meluncurkan serangan-serangan, menentang seruan gencatan senjata Dewan Keamanan PBB dan “jeda kemanusiaan" Rusia.
Menurut tim Pertahanan Sipil (White Helmets) di Ghouta Timur, rezim Assad masih terus meluncurkan serangan ke Ghouta Timur.
Rezim Assad pada Selasa pukul 10.30 pagi (0730 GMT) meluncurkan tembakan artileri ke daerah permukiman sipil di Ghouta Timur seperti daerah Duma, Bayt Sava dan al-Marj.
Satu warga sipil tewas sementara sejumlah lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.
Jumlah korban jiwa dikhawatirkan akan semakin meningkat.
Pada Senin, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putih telah memberikan instruksi untuk menerapkan “jeda kemanusiaan” antara pukul 09.00-14.00 waktu setempat setiap hari.
Mayor Jenderal Yuri Yevtushenko, kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk partai-partai oposisi Suriah juga mengatakan bahwa rezim Assad juga akan mengikuti keputusan tersebut.
Dewan Keamanan PBB pada Sabtu mengadopsi sebuah resolusi gencatan senjata kemanusiaan setidaknya selama 30 hari di Suriah "tanpa penundaan".
Resolusi tersebut menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan ke Suriah dan terutama evakuasi medis terhadap pasien kritis dan korban luka-luka di Ghouta Timur yang terkepung.
Ghouta Timur terletak di kawasan de-eskalasi yang disetujui oleh Turki, Rusia dan Iran. Di wilayah itu khususnya, aksi serangan dan kekerasan tidak boleh dilakukan.
Namun rezim Bashar al-Assad terus menargetkan wilayah perumahan di kota itu, membunuh setidaknya 539 orang dan melukai lebih dari 2.000 sejak 29 Desember tahun lalu.
Ghouta Timur ditempati sekitar 400.000 penduduk dan berada dibawah cengkeraman rezim selama lima tahun terakhir.