Muhammad Abdullah Azzam
25 Juni 2019•Update: 25 Juni 2019
Adham Kako, Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
ANKARA
Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) melaporkan bahwa sedikitnya 487 warga sipil tewas dan 495 lainnya terluka dalam serangan yang dilancarkan oleh pasukan Bashar al-Assad dan para pendukungnya ke Zona De-eskalasi Idlib sejak 26 April hingga 23 Juni kemarin.
Laporan SNHR tersebut mengingatkan bahwa pasukan rezim, pasukan asing dukungan Iran dan Rusia hingga kini masih melancarkan serangan wilayah Idlib dan sekitarnya.
Jaringan tersebut melaporkan pasukan rezim dan Rusia telah menewaskan total 487 warga sipil, di antaranya 118 anak-anak dan 92 wanita dari 26 April hingga 23 Juni.
Sebanyak 495 warga sipil menderita luka-luka selama priode tersebut, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.
Menurut informasi yang dihimpun oleh koresponden AA di wilayah itu, Rezim Assad dan para pendukungnya paling banyak melakukan serangan udara dan darat terhadap permukiman warga di wilayah pedesaan selatan Idlib, pedesaan utara provinsi Hama, dan pedesaan di Latakia.
Pada September lalu, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, Rezim Assad tetap mengabaikan perjanjian dan terus-menerus menyerang zona de-eskalasi Idlib.
Suriah baru saja mulai keluar dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak demonstran dengan tingkat keganasan yang tak terduga.