Mohamad Misto,Levent Tok
12 April 2018•Update: 12 April 2018
Mohamad Misto,Levent Tok
ISTANBUL
Rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dan teroris asing yang didukung Iran pada Kamis dilaporkan mulai mengosongkan pangkalan militer mereka di Damaskus dan Homs.
Rezim Assad mengambil posisi waspada terhadap kemungkinan serangan Amerika Serikat menyusul serangan kimia di Ghouta Timur.
Rezim mulai memindahkan peralatan dan elemen yang terdapat di pangkalan militer di Homs ke tempat lain.
Teroris-teroris asing yang didukung Iran di pangkalan Dumayr dan al-Sin di daerah Qalamoun di timur laut Damaskus dilaporkan telah memulai pergerakan menuju perbatasan Lebanon.
Sebagian peralatan militer di pangkalan-pangkalan tersebut telah dikirim ke bandara sipil di Damaskus. Peluncur rudal dan amunisi juga didistribusikan ke daerah pedesaan.
Sementara itu, peralatan militer dan elemen di pangkalan udara T4 di Homs dipindahkan ke pangkalan Nayrab di pusat Aleppo dan Kuweires di timur Aleppo. Teroris-teroris asing pro-rezim di sana juga telah menuju ke daerah Daraa di selatan dan perbatasan Lebanon.
Rezim Assad juga berupaya melindungi pesawat-pesawat di pangkalan udaranya terhadap kemungkinan operasi militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke Suriah, rezim telah mengirimkan pesawat aktif tipe IL-76 dan SU ke bandara militer Hama dan pangkalan Khmeimim yang digunakan oleh Rusia di Latakia.
Pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad meluncurkan serangan gas beracun ke distrik Douma di Ghouta Timur pada Sabtu malam. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 78 warga sipil, menurut badan pertahanan sipil setempat, White Helmets.
Setelah serangan tersebut, AS mengajukan rancangan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB. Resolusi tersebut menyerukan pembentukan mekanisme dalam PBB untuk penyelidikan dan penentuan pelaku, namun Rusia memveto rancangan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan semua kemungkinan termasuk opsi militer terhadap rezim Assad ada di atas meja.
Trump juga menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin juga akan membayar harga yang mahal jika terlibat dalam serangan tersebut.
Pada Rabu, Trump melalui akun Twitter-nya mengirimkan pesan tentang kemungkinan operasi ke Suriah dalam waktu dekat dengan cuitan yang berbunyi, “Rusia berjanji akan menembak jatuh semua rudal yang ditembakkan ke Suriah. Bersiaplah Rusia, karena mereka akan datang, bagus dan baru dan 'cerdas. Anda seharusnya tidak bermitra dengan Hewan Pembunuh Gas yang membunuh rakyatnya dan menikmatinya."
Menyusul cuitan tersebut, Menteri Pertahanan AS James Mattis menyatakan bahwa AS dan sekutunya masih terus menganalisis intelijen soal serangan kimia Suriah di kota Douma.
Mattis menyatakan bahwa opsi-opsi militer untuk menanggapi serangan tersebut sudah siap.