15 Juni 2018•Update: 16 Juni 2018
Laith al-Junidi
AMMAN
Perdana Menteri Yordania Omar al-Razzaz telah dilantik pada Kamis oleh Raja Abdullah II.
Raja Abdullah II juga telah menyetujui usulan kabinet yang beranggotakan 29 menteri, termasuk perdana menteri yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pendidikan.
Setidaknya 15 menteri merupakan anggota kabinet mantan Perdana Menteri Hani al-Mulki, yang mengundurkan diri awal bulan ini.
Tujuh menteri yang termasuk dalam pemerintahan baru pimpinan Al-Razzaz adalah perempuan.
Akhir bulan lalu, Kerajaan Hashemite diguncang gelombang protes karena memburuknya kondisi ekonomi sekaligus kontroversi RUU pajak penghasilan.
Aksi protes itu telah memicu hengkangnya al-Mulki dari kursi pemerintahan pada 4 Juni, sehingga Raja Abdullah menugaskan al-Razzaz untuk membentuk kabinet baru.
Amman baru-baru ini menaikkan harga listrik bersubsidi untuk kelima kalinya tahun ini, sekaligus menaikkan harga bahan bakar bersubsidi.
Menurut data resmi, anggaran negara Yordania tahun ini mengalami defisit sekitar USD1,75 miliar.