Ceyhun Alizade
27 Juni 2023•Update: 04 Juli 2023
ANKARA
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin malam memberikan jaminan kepada anggota Wagner Group bahwa janjinya untuk membiarkan mereka bebas akan ditepati.
"Hari ini Anda memiliki kesempatan untuk terus melayani Rusia dengan menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan atau lembaga penegak hukum lainnya, atau untuk kembali ke keluarga dan orang yang Anda cintai. Siapa pun yang mau (juga) bisa pergi ke Belarus," kata Putin dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi.
“Janji yang saya buat akan dipenuhi. Saya ulangi, pilihan ada di tangan Anda, tapi saya yakin itu akan menjadi pilihan tentara Rusia yang menyadari kesalahan tragis mereka,” tambah Putin.
Presiden Rusia mengatakan bahwa "mayoritas besar" milisi dan komandan Grup Wagner juga merupakan "patriot Rusia, mengabdi pada rakyat dan negara mereka", selain itu Putin juga menambahkan bahwa mereka membuktikannya dengan keberanian mereka di medan perang.
Putin juga berterima kasih kepada milisi dan komandan Wagner yang membuat satu-satunya keputusan yang tepat – mereka tidak menyebabkan pertumpahan darah saudara dengan berhenti sebelum melewati batas.
Pemberontakan bersenjata akan ditekan dalam kondisi apapun, ujar Putin, menambahkan bahwa penyelenggara Wagner “tidak bisa gagal untuk memahami hal ini. Mereka memahami segalanya, termasuk bahwa mereka melakukan tindakan kriminal, untuk memecah dan melemahkan negara, yang sekarang menghadapi ancaman eksternal yang sangat besar, tekanan dari luar yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Putin menyoroti bahwa musuh Rusia - "baik neo-Nazi di Kyiv, dan pelindung Barat mereka, dan segala macam pengkhianat nasional" - mencari pembunuhan saudara di negara tersebut.
"Mereka ingin tentara Rusia saling membunuh, membunuh personel militer dan warga sipil, sehingga pada akhirnya Rusia akan kalah, dan masyarakat kita akan terpecah, tercekik oleh perselisihan sipil berdarah. Mereka menggosok tangan, bermimpi membalas dendam atas kegagalan mereka di depan dan selama apa yang disebut serangan balik, tetapi mereka salah perhitungan," ungkap Presiden.
Solidaritas warga
Putin berterima kasih kepada Rusia atas "daya tahan, solidaritas, dan patriotisme" mereka dalam menghadapi pemberontakan Wagner Group.
Konsolidasi tertinggi dari masyarakat, kekuasaan eksekutif dan legislatif ditunjukkan, kata dia, sambil menambahkan bahwa posisi yang tegas dan tidak ambigu dalam mendukung tatanan konstitusional diambil oleh organisasi publik, denominasi agama, dan partai politik terkemuka.
"Solidaritas sipil ini telah menunjukkan bahwa setiap pemerasan, setiap upaya untuk menciptakan kekacauan internal pasti akan gagal," tekan dia.
Pihak yang mendorong pemberontakan telah mengkhianati negara dan rakyat Rusia serta mereka yang ditarik ke dalam pemberontakan.
"Mereka berbohong kepada anggota mereka, mendorong mereka sampai mati, didorong ke bawah tembakan, untuk menembak (orang) mereka sendiri," sebut Putin.
Dia juga berterima kasih kepada Presiden Belarus Alexander Lukashenko atas "upaya dan kontribusinya untuk penyelesaian situasi secara damai".
Pertumpahan darah dihindari
Pada Sabtu, Kelompok paramiliter Wagner menuduh Kementerian Pertahanan Rusia menyerang milisinya.
Pengumuman itu diikuti oleh pendiri kelompok Yevgeny Prigozhin yang mendeklarasikan "Pawai Keadilan" dan melintasi perbatasan Ukraina ke kota Rusia, Rostov-on-Don, tempat pasukannya merebut instalasi militer yang kritis.
Prigozhin mengatakan para pejuangnya akan melanjutkan perjalanan ke Moskow, sehingga memaksa Kremlin untuk memperketat keamanan di berbagai wilayah negara.
Dia kemudian mengatakan para pejuangnya memutuskan untuk kembali demi menghindari pertumpahan darah ketika mereka berada 200 kilometer dari Moskow, sementara Lukashenko mengatakan dia telah berbicara dengan kepala Wagner dengan persetujuan Putin, dan Prigozhin menerima kesepakatan de-eskalasi.