Burc Eruygur
28 Juli 2023•Update: 01 Agustus 2023
ISTANBUL
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis mengatakan bahwa dia berharap Uni Afrika (AU) menjadi anggota G-20 selama KTT organisasi tersebut di India pada awal September nanti.
“Rusia adalah salah satu yang pertama menanggapi secara positif inisiatif tahun lalu yang diajukan oleh pendahulu kalian di kursi kepresidenan, Presiden Senegal, untuk memberikan Uni Afrika keanggotaan penuh di G-20.”
“Kami berharap keputusan ini akan dibuat paling cepat September selama KTT G-20 di New Delhi,” kata Putin dalam pertemuan dengan Ketua AU Azali Assoumani dan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat di St. Petersburg.
Putin mengatakan bahwa Rusia memandang Uni Afrika sebagai organisasi regional penting yang membentuk struktur keamanan Afrika dan menciptakan kondisi di benua itu “dalam sistem ikatan ekonomi global.”
Putin lebih lanjut mengatakan bahwa negaranya siap untuk melakukan semua yang mungkin untuk membantu memperkuat kedaulatan negara-negara Afrika, membantu menjadikan Afrika sebagai salah satu mitra utama dalam sistem baru tatanan dunia multipolar.
“Kami juga akan membahas solusi praktis terkait membangun kerja sama perdagangan dan ekonomi, memastikan ketahanan pangan dan energi, serta mengembangkan sistem perawatan kesehatan nasional,” kata Putin.
Dia juga mengatakan bahwa volume perdagangan Rusia dan Afrika pada tahun 2022 berjumlah sekitar USD18 miliar terlepas dari pengaruh sanksi Barat dan pandemi Covid-19.
Presiden Rusia menambahkan bahwa perputaran perdagangan pada paruh pertama tahun ini meningkat hampir 35 persen.
Menjelang KTT Rusia-Afrika pada 27-28 Juli, Putin juga mengadakan pertemuan terpisah pada Rabu dengan sejawatnya dari Mesir Abdel Fattah el-Sisi, serta Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, dan kepala Bank Pembangunan Baru (NDB), Dilma Rousseff.