JENEWA
Putaran baru perundingan yang melibatkan Komite Konstitusi untuk mencari solusi perang selama 11 tahun di Suriah dimulai di Jenewa pada Senin saat kelompok oposisi mempresentasikan rincian tentang "dasar-dasar pemerintahan."
Negosiasi putaran ketujuh yang berlangsung lima hari dijadwalkan berakhir Jumat dan melibatkan pihak rezim maupun oposisi, yang diselenggarakan di Hotel Intercontinental Jenewa, bukan di Palais des Nations, markas besar PBB di Eropa.
Dua sesi diadakan di hadapan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen dan dua ketua lainnya, satu dari rezim Suriah dan satu dari oposisi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh anggota "Kelompok Kecil" yang bertanggung jawab untuk menulis konstitusi baru.
Kelompok ini terdiri dari 15 perwakilan masing-masing dari rezim Bashar al-Assad, LSM, dan oposisi Suriah, dan berakhir setelah delapan jam.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, pihak oposisi mempresentasikan "dasar-dasar pemerintahan" pada rancangan konstitusi pada hari pertama.
Kelompok yang mewakili rezim Assad dilaporkan mempertahankan sikap tanpa kompromi dari enam putaran pembicaraan sebelumnya.
Pada konferensi pers di PBB di Jenewa pada Minggu, Pedersen mengatakan bahwa putaran ketujuh akan fokus pada dasar-dasar pemerintahan, identitas negara, simbol negara, dan struktur dan fungsi otoritas publik.
Topik terpisah akan dibahas pada masing-masing dari empat hari pertama pembicaraan.
Pedersen mengatakan pada Minggu bahwa dia tidak ingin memprediksi hasil putaran baru setelah putaran terakhir pada Oktober berakhir dengan "kekecewaan."
"Sekarang hampir dua setengah tahun sejak kami mengadakan pertemuan pertama. Saya tidak akan mengevaluasinya sebelum hasil pertemuan ini," kata Pedersen kepada wartawan.
Perang saudara dimulai pada Maret 2011 ketika rezim Bashar al-Assad melawan pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga.
Menurut perkiraan PBB, ratusan ribu orang telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.