ANKARA
Presiden Yunani Katerina Sakellaropoulou mengatakan negaranya tetap berkomitmen untuk menjaga dialog dengan Turki, lapor media lokal pada Rabu.
Mengutip wawancara Presiden Sakellaropoulou dengan penyiar publik ERT, harian Yunani Kathimerini mengatakan presiden menekankan pentingnya hubungan bertetangga yang baik antara Yunani dan Turki.
Menegaskan bahwa ada periode ketika hubungan Turki-Yunani tenang, dia mengatakan, “Kami adalah tetangga, dan kami akan tetap bertetangga.”
Dia menambahkan bahwa hubungan itu juga menghadapi masa-masa yang bergejolak, dan menganggap Turki bertanggung jawab atas eskalasi di sepanjang perbatasan Yunani-Turki dan di Laut Aegea.
Tentang perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, dia menekankan, “Ukraina berjuang untuk kita semua, untuk kebebasan dan nilai-nilai Eropa.”
Turki memiliki sejumlah masalah dengan Yunani dan otoritas Siprus Yunani mengenai batas dan hak maritim di Mediterania Timur.
Di sisi lain, Turki terus berusaha untuk mempertahankan bagian yang menjadi hak dari wilayah maritim di kawasan itu, Ankara mengecam langkah-langkah Yunani baru-baru ini seperti melanggar perjanjian dan pakta dengan mengeluarkan peringatan navigasi yang provokatif, memiliterisasi pulau-pulau di Laut Aegea, dan melanggar batas landas kontinen Turki secara ilegal.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania Timur, telah menolak klaim batas laut Yunani dan administrasi Siprus Yunani, menekankan bahwa klaim berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Namun, Ankara telah berulang kali menekankan bahwa pihaknya mendukung penyelesaian semua masalah luar biasa di kawasan itu—termasuk sengketa maritim—melalui hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, dan dialog.