ANKARA
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis meminta penutupan 'sepenuhnya’ wilayah udara, di mana rudal yang diluncurkan ke negaranya tidak hanya dari Rusia tetapi juga dari Belarus.
"Saya ingin wilayah udara ditutup sepenuhnya karena rudal diluncurkan tidak hanya dari Rusia tetapi juga dari Belarus," kata Volodymyr Zelenskyy kepada wartawan dalam konferensi pers di Kyiv.
Dia menambahkan bahwa rudal Iskander - sistem rudal balistik jarak pendek Rusia - diluncurkan dari zona tersebut.
Menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan pesawat di Ukraina, dia mengatakan, "Kami membutuhkan pesawat. Kami tidak dapat melakukan apa pun tanpa pesawat saat ini. Situasi ini merenggut nyawa banyak orang."
Dia mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk "menghentikan perang ini."
"Kita harus duduk dan berbicara tanpa prasyarat," imbuh dia.
Zelenskyy juga berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan kepada Ukraina, namun dia mengatakan anak-anak tidak akan mati jika dukungan tidak datang "terlambat."
"Kami melakukan pertahanan antara peradaban dan Rusia," kata dia, menambahkan bahwa Kyiv membutuhkan jaminan dan jaminan perlindungan dari Barat.
Dia juga menyerukan ibu-ibu Rusia untuk datang dan menjemput anak-anak mereka, yang mana "para pemuda tidak boleh berada di kamar mayat."
Tentang hubungan Ukraina dengan Polandia, Presiden Zelenskyy mengatakan sejawatnya dari Polandia meneleponnya setiap hari dan menanyakan tentang kebutuhan Ukraina.
Konferensi pers Zelenskyy dilakukan saat delegasi Rusia dan Ukraina memulai putaran kedua pembicaraan damai di kota Brest, Belarus.
Lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas sejak Rusia melancarkan perangnya di Ukraina pada 24 Februari, menurut otoritas Ukraina, sementara badan pengungsi PBB memperkirakan lebih dari satu juta orang telah melarikan diri ke negara-negara tetangga.