Diyar Guldogan
21 Agustus 2023•Update: 24 Agustus 2023
ANKARA
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa jika ada kesempatan dia akan berbicara secara tatap muka dengan presiden Rusia untuk membahas kesepakatan biji-bijian via Laut Hitam.
"Pada September, ada pertemuan G-20 di India dan Majelis Umum PBB di Amerika Serikat (AS). Jika kami menemukan kesempatan di lingkungan yang sibuk ini, kami akan bertemu dan berbicara dengan (Vladimir) Putin secara langsung," kata Erdogan kepada wartawan pada Minggu pagi di pesawat kepresidenan saat kembali dari Hungaria.
Erdogan melakukan kunjungan selama satu hari ke ibu kota Budapest untuk memperingati hari nasional Hungaria dan juga Kejuaraan Atletik Dunia.
Dia bertemu secara terpisah dengan sejawatnya dari Hungaria Katalin Novak dan Perdana Menteri Viktor Orban untuk membahas hubungan bilateral, serta perkembangan regional dan global.
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mungkin akan segera mengunjungi Rusia untuk mengadakan pembicaraan secara langsung, kata Erdogan, sambil menambahkan bahwa ini dapat memberikan hasil yang lebih baik.
Tentang kemungkinan pembicaraan damai Rusia-Ukraina, Erdogan mengatakan dia berharap mendapatkan hasil jika Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyetujui upaya mediasi yang dilakukan Turkiye.
Bulan lalu, Rusia menangguhkan keikutsertaannya dalam kesepakatan, yang ditandatangani musim panas lalu bersama dengan Turkiye, PBB, dan Ukraina untuk melanjutkan ekspor biji-bijian dari tiga pelabuhan Ukraina di Laut Hitam.
Moskow telah berulang kali mengeluhkan bahwa hak Rusia dalam perjanjian itu tidak dipenuhi.
Ankara telah melakukan upaya intens dan mendorong diplomasi untuk dimulainya kembali kesepakatan.
Turkiye, yang dipuji secara internasional karena peran mediatornya yang unik antara Ukraina dan Rusia, telah berulang kali meminta Kyiv dan Moskow untuk mengakhiri perang, yang sudah berlangsung lebih dari 500 hari.