Muhammad Nazarudin Latief
12 Mei 2019•Update: 12 Mei 2019
Hatice Senses Kurukiz dan Berk Ozkan
ISTANBUL
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu mengecam serangan Israel terhadap kantor Anadolu Agency di Jalur Gaza dengan mengatakan itu adalah upaya menghalangi menyiarkan "karya kotor" Israel pada dunia.
"Pemerintah Israel, dengan keberaniannya karena komunitas internasional hanya diam, mereka bertindak jauh dengan membombardir media dan lembaga bantuan kemanusiaan, dan mereka membom Anadolu Agency:.
Erdogan menambahkan meskipun "kebijakan intimidasi" Israel, Anadolu Agency terus bekerja.
"Karena semua pekerjaan kotor mereka tidak boleh dipublikasikan. Siapa pun yang mengumumkan [pekerjaan kotor ini] adalah musuh bagi mereka," kata Erdogan pada acara buka puasa tradisional ke-39 (makanan cepat saji) yang diselenggarakan oleh badan amal Yayasan Birlik di Istanbul.
Sabtu lalu, jet tempur Israel benar-benar menghancurkan gedung tujuh lantai di Kota Gaza di mana kantor agensi berada.
Turki mendukung aturan hukum
Erdogan juga mengkritik negara-negara Barat atas reaksi mereka terhadap keputusan Dewan Pemilihan Umum (YSK) untuk mengadakan pemilihan ulang wali kota Istanbul pada 23 Juni.
"Pemilihan presiden di Austria dapat dibatalkan setelah 2 tahun. Apakah Anda mendengar suara? ... Ketika datang kepada kami, bahkan keputusan kami [untuk YSK] mengganggu Barat," katanya.
Presiden mengatakan apakah mereka menerima atau tidak, Turki adalah negara yang merdeka, berdaulat dan demokratis yang percaya pada aturan hukum.
Pada Senin, YSK menerima keberatan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) atas hasil pemilihan lokal 31 Maret di Istanbul dan mengumumkan pemilihan ulang.
Dalam keputusannya, disebutkan beberapa pejabat dan staf pemungutan suara pada 31 Maret bukan pegawai negeri sebagaimana diharuskan oleh hukum.
*Ditulis oleh Burak Bir dan Faruk Zorlu