Muhammad Abdullah Azzam
24 Desember 2019•Update: 25 Desember 2019
TUNISIA
Presiden Tunisia Kais Saied bertemu dengan perwakilan Dewan Tinggi Kota dan Suku di Libya untuk mengadakan inisiatif guna menyelesaikan krisis di negara tersebut.
Menurut pernyataan tertulis dari Kepresidenan Tunisia, Saied bertemu dengan perwakilan Dewan Tinggi di Istana Carthage dekat ibu kota Tunis.
Saied mengatakan pertemuan tersebut dapat membuka jalan bagi inisiatif lain dan berharap upaya inisiatif itu akan berhasil.
Menekankan bahwa krisis Libya hanya dapat diselesaikan oleh rakyat Libya, Saied mengatakan bahwa rakyat Libya tidak akan menerima hak asuh siapa pun dan mereka ingin memulai inisiatif yang mendukung pemerintah yang sah di negara tersebut.
Mantan Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi pada Januari 2017 atas dukungan dari Mesir dan Aljazair meluncurkan inisiatif untuk menyelesaikan krisis Libya.
Inisiatif itu mengajak pihak-pihak yang bertikai di Libya untuk duduk di meja dialog demi pembangunan negara mereka.
Pada April, pasukan Haftar meluncurkan kampanye militer untuk merebut Tripoli dari GNA, tetapi sejauh ini gagal mencapai kemajuan.
Menurut PBB, lebih dari 1.000 orang tewas dan sedikitnya 5.000 terluka sejak operasi itu diluncurkan.
Sejak lengser dan wafatnya Presiden Muammar Khaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan telah muncul di Libya: satu di Libya timur yang didukung Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang diakui PBB dan masyarakat internasional.