Elena Teslova
05 Juli 2023•Update: 10 Juli 2023
MOSKOW
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada Rabu menuduh Prancis sebagai salah satu negara yang melanjutkan kebijakan neokolonialnya.
Berbicara pada pertemuan Gerakan Non-Blok di ibu kota Baku, Aliyev mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk meminta maaf kepada negara-negara yang terkena dampak kolonialisme Prancis.
“Permintaan maaf kepada jutaan orang yang dijajah oleh pendahulu (Emmanuel Macron), digunakan sebagai budak, dibunuh, disiksa, dan dihina.”
“Ini tidak hanya akan menjadi pengakuan atas kesalahan sejarah Prancis, tetapi juga akan membantunya mengatasi konsekuensi dari krisis politik, sosial dan kemanusiaan yang mendalam yang dialaminya setelah pembunuhan brutal seorang remaja Aljazair,” ujar dia.
Aliyev juga mengatakan retorika rasis dan diskriminatif menjadi hal biasa di Prancis, termasuk di media-medianya.
Nahel M., 17 tahun keturunan Aljazair, ditembak dari jarak dekat oleh seorang petugas polisi minggu lalu di Nanterre, pinggiran Paris.
Aksi protes telah mengguncang Prancis setelah penembakan fatal terhadap remaja tersebut selama pemeriksaan di lalu lintas.
Petugas polisi itu menghadapi penyelidikan formal untuk pembunuhan sukarela dan telah ditempatkan dalam penahanan awal.