Muhammad Abdullah Azzam
15 Oktober 2020•Update: 16 Oktober 2020
Adam Abu-bashal
ABUJA
Para pengunjuk rasa di ibu kota Nigeria, Abuja, diserang oleh sekelompok "preman bersenjata" selama demonstrasi yang menentang unit polisi Pasukan Khusus Anti-Perampokan (SARS) yang kontroversial, ungkap seorang aktivis lokal pada Rabu.
“Kita seharusnya tidak pernah menetapkan suku atau agama kepada preman. Yang harus kami lawan adalah premanisme,” kata Aisha Yesufu, seorang aktivis terkemuka, di Twitter.
“Saya tumbuh sebagai orang Nigeria yang sangat pemarah. Saya menyaksikan warga dianiaya di jalanan oleh militer. Saya benci korupsi, kemiskinan dan ketidakadilan. Jujur saja para pemuda ini sangat sopan dan tetap tidak terprovokasi meski ada provokasi dari pemerintah,” ujar aktivis tersebut.
Pada Selasa, inspektur jenderal polisi Nigeria membentuk Tim Senjata dan Taktik Khusus (SWAT) untuk menggantikan SARS.
Pada Minggu, kepala polisi Nigeria membubarkan SARS menyusul protes terhadap kebrutalan polisi di seluruh negeri.
Para pengunjuk rasa berlangsung selama beberapa hari melawan unit tersebut dan mengepung markasnya.
Mereka meneriakkan "Akhiri SARS" dan menuangkan cat merah di jalan di depan gedung - sebagai simbolis atas dugaan pembunuhan oleh petugas SARS.
Meskipun SARS dibubarkan, para pengunjuk rasa melanjutkan demonstrasi mereka yang menyerukan reformasi polisi yang komprehensif - termasuk hukuman terhadap petugas yang bersalah - pembebasan tanpa syarat dari semua pengunjuk rasa yang ditahan dan kompensasi untuk keluarga korban kebrutalan polisi.
“Pembubaran SARS hanyalah langkah pertama dalam komitmen kami terhadap reformasi kepolisian yang ekstensif untuk memastikan bahwa tugas utama polisi dan lembaga penegak hukum lainnya adalah melindungi kehidupan dan mata pencaharian rakyat kami,” ungkap Presiden Nigeria Muhammadu Bihari di Twitter awal pekan ini.
Dalam sebuah laporan baru-baru ini, Amnesty International mengatakan otoritas Nigeria gagal menangani kekebalan yang dimiliki SARS, yang kebrutalan dan korupsinya "menjadi semakin parah.