Ahmet Gençtürk
09 April 2026•Update: 09 April 2026
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyatakan kekhawatiran serius atas serangan Israel ke Lebanon yang dinilainya “kontraproduktif” dan berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan.
Dalam wawancara dengan CNN pada Rabu, Mitsotakis mengatakan ofensif Israel di Lebanon saat ini tidak memberikan hasil yang diharapkan.
“Bagi saya sangat jelas bahwa ofensif Israel di Lebanon saat ini sepenuhnya kontraproduktif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa serangan tersebut justru dapat memperkuat posisi Hizbullah yang sebelumnya telah melemah.
“Satu-satunya hal yang dicapai Israel adalah memberi Hizbullah, yang sebenarnya sudah sangat melemah, kesempatan baru untuk bangkit,” katanya.
Mitsotakis juga memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat memicu krisis kemanusiaan.
“Kami memiliki kemitraan strategis dengan Israel, tetapi teman harus mengatakan kebenaran kepada teman,” ujarnya.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada Selasa untuk membuka jalan menuju kesepakatan akhir mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Mediator Pakistan menyatakan gencatan senjata tersebut mencakup Lebanon, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut sebaliknya.
Hizbullah sejauh ini disebut mematuhi gencatan senjata meski serangan Israel masih berlanjut.
Militer Israel melancarkan gelombang serangan mematikan di Lebanon pada Rabu yang menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, menurut Pertahanan Sipil Lebanon.
Israel terus melakukan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh Hizbullah pada 2 Maret, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.