Astudestra Ajengrastrı
05 Juni 2018•Update: 06 Juni 2018
Laith Joneidi
AMMAN
Perdana Menteri Yordania Hani al-Mulki pada Senin mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Abdullah II setelah demonstrasi besar memprotes peraturan pajak penghasilan yang kontroversial.
Raja Abdullah menerima pengunduran dirinya dan menunjuk Omar al-Razzaz untuk mengepalai pemerintahan yang baru, ujar sebuah sumber yang dekat dengan kantor perdana menteri kepada Anadolu Agency.
Pernyataan resmi akan segera dirilis.
Yordania mengalami gelombang protes selama beberapa hari terakhir setelah pemerintah menyetujui versi amandemen rancangan undang-undang perpajakan, yang bila disahkan, memberlakukan pajak tambahan bagi mereka yang memiliki pendapatan tahunan sebesar 8.000 dinar Yordania (sekitar USD11.200) atau lebih.
Pemerintah baru-baru ini juga menaikkan tarif listrik -- untuk kelima kalinya tahun ini -- yang memicu ketidakpuasan masyarakat. Pemerintah sebelumnya menaikkan harga bahan bakar bersubsidi sebesar 5,5 persen sebelum membatalkan keputusan tersebut atas permintaan Raja Abdullah II.