Rıskı Ramadhan
12 Juni 2018•Update: 12 Juni 2018
Ramazan Ercan
IZMIR, Turki
Perdana Menteri Turki menyatakan bahwa Amerika Serikat harus melucuti senjata kelompok teror YPG/PKK di Suriah, Senin.
Binali Yildirim dalam pidatonya di kota Izmir mengatakan bahwa teroris YPG/PKK yang bergerak ke timur Sungai Eufrat bukanlah solusi yang sempurna.
"Selama di sana masih ada kelompok teror yang dilengkapi dengan senjata berat, berarti itu adalah ancaman utama bagi negara," kata Yildirim.
"Kami tidak bisa mengabaikan ini, unsur-unsur teror di sana harus dibubarkan, senjata mereka harus dilucuti. Dan AS yang akan melakukan itu," tambah dia.
Turki telah berulang kali menyuarakan keberatannya terhadap langkah AS memasok senjata kepada teroris YPG/PKK.
Yildirim menambahkan, jika AS tidak melucuti senjata mereka, Turki akan melakukan apa yang diperlukan untuk keamanannya sendiri.
"Itu juga merupakan hak kami yang tertulis di hukum internasional," tambah dia.
YPG/PKK dan PYD/PKK adalah cabang Suriah dari kelompok teror PKK, yang telah melangsungkan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari tiga dekade.
PKK bertanggung jawab atas kematian lebih dari 40.000 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Beralih ke operasi Turki di Gunung Qandil, Irak utara, Yildirim mengatakan tujuan utama operasi tersebut adalah melumpuhkan kelompok teror PKK, sehingga mereka tidak dapat lagi merugikan Turki.
"Kami tidak mengincar wilayah orang lain. Tujuan kami adalah menghancurkan kelompok teror yang telah mengganggu negara kami dari luar perbatasan kami dan mengancam keselamatan, kehidupan dan harta benda rakyat kami," kata Yildirim.
Serangan udara terhadap target PKK di utara Irak telah dilakukan secara rutin sejak Juli 2015, ketika teroris PKK melanjutkan aksi bersenjatanya.