Muhammad Abdullah Azzam
31 Oktober 2020•Update: 02 November 2020
Mucahit Aydemir
TRIPOLI
Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj pada Jumat mengatakan bahwa dirinya menarik kembali keputusannya untuk mengundurkan diri pada akhir Oktober.
Sarraj akan tetap menjabat sampai pembicaraan dialog politik intra-Libya yang sedang berlangsung berakhir, ungkap juru bicara pemerintah Libya Galib al-Zaklai di Twitter.
Keputusan tersebut diambil sehari setelah Dewan Tinggi Negara mendesak al-Sarraj, kepala Dewan Kepresidenan, untuk tetap tinggal sampai dewan presiden baru dipilih untuk menghindari kekosongan politik dan stabilitas di Libya.
Misi Dukungan PBB di Libya dan parlemen di Tripoli juga meminta al-Sarraj untuk menunda keputusannya, dengan alasan "alasan kepentingan yang lebih tinggi."
Al-Sarraj pada September kemarin mengumumkan "keinginan tulusnya" untuk menyerahkan jabatannya itu kepada otoritas eksekutif berikutnya selambat-lambatnya akhir Oktober.