Burak Dag
30 Juni 2022•Update: 01 Juli 2022
ANKARA
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan mendatang, kata juru bicaranya pada Rabu.
Keputusan Bennett itu datang sebelum pemungutan suara terkait RUU yang mengusulkan pembubaran Parlemen Israel (Knesset) dan menyerukan pemilihan dini.
Pemimpin Partai Yamina, sayap kanan, Bennett akan tetap menjabat sebagai perdana menteri pengganti sampai mitra koalisinya Yair Lapid menjadi kepala pemerintahan transisi hingga terbentuk kabinet baru setelah pemilu, menurut jubir Bennett.
Menyusul keputusan Bennett untuk tidak mencalonkan diri dalam pemilihan berikutnya, Menteri Kehakiman Gideon Sa'ar mengatakan di Twitter, "Naftali Bennett adalah patriot Israel ... Kami telah bekerja sama penuh untuk Israel dan warganya.”
"Saya yakin dia akan kembali mengabdi pada negara di masa depan. Naftali, terima kasih dan semoga sukses!" seru Sa'ar.
Pada Senin malam, Bennett dan Lapid mengumumkan kesepakatan mereka untuk membubarkan Knesset dan mengadakan pemilihan yang dimajukan.
Kemudian, pada Selasa pagi, anggota parlemen Israel meloloskan RUU yang mengusulkan pembubaran Knesset ke-24, mendorong negara itu ke pemilihan kelima dalam tiga setengah tahun terakhir.