Dwi Nur Arry Andhika Muchtar
01 Desember 2018•Update: 02 Desember 2018
Tayfun Salci
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mendorong pemimpin de facto Arab Saudi untuk menahan para pembunuh Jamal Khashoggi dan memastikan Riyadh bekerja sama sepenuhnya dengan Turki, menurut kantor Perdana Menteri pada Jumat.
May mengadakan pembicaraan dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman di sela-sela KTT G20 yang diselenggarakan di ibu kota Argentina, Buenos Aires.
"Perdana menteri menekankan pentingnya memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi bertanggung jawab dan Arab Saudi mengambil tindakan untuk membangun keyakinan bahwa insiden seperti itu tidak terjadi lagi," kata keterangan resmi kantor Perdana Menteri.
May juga mendorong bin Salman untuk memastikan bahwa Arab Saudi akan bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas Turki dan bekerja agar "membawa investigasi dari keduanya dapat diterima."
Khashoggi, seorang jurnalis Arab Saudi yang bekerja untuk The Washington Post, dibunuh tepat setelah dia memasuki gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Setelah mengatakan dia meninggalkan konsulat dengan keadaan hidup, Arab Saudi mengakui beberapa minggu setelahnya bahwa dia dibunuh di dalam konsulat, dan menyalahkan kematiannya pada sekelompok mata-mata Arab Saudi.
May juga meminta kepada Arab Saudi untuk mengakhiri konflik di Yaman dan memberikan bantuan kepada jutaan yang terancam oleh kelaparan dalam pertemuannya dengan putra mahkota.
Yaman telah didera konflik sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Arab Suni melancarkan sebuah operasi miiliter untuk memukul mundur Houthi di Yaman dan mendukung pemerintah yang didukung Arab Saudi.
Perang telah mengakibatkan ekonomi runtuh dan wabah kolera yang mendera lebih dari 1,1 juta orang. Riyadh berulang kali menuduh Houthi sebagai proksi Iran, musuh besar Arab Saudi di kawasan.