Muhammet Tarhan,Muhammet İkbal Arslan
27 April 2021•Update: 27 April 2021
LEFKOSA/ANKARA
Konferensi terkait Siprus yang dipimpin PBB minggu ini di Jenewa akan mengupayakan kesepakatan bersama untuk merundingkan solusi abadi untuk konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun di pulau Siprus.
Pertemuan akan digelar pada 27-29 April dengan negara penjamin Turki, Yunani, dan Inggris.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga akan berpartisipasi dalam pertemuan untuk menentukan "kesamaan" di mana para pihak dapat bernegosiasi untuk menemukan solusi permanen untuk masalah Siprus dalam waktu dekat.
Kunjungan timbal balik antara Turki dan Republik Turki Siprus Utara (TRNC) untuk pertemuan soal Siprus semakin padat dalam beberapa hari terakhir.
Presiden TRNC Ersin Tatar telah bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara pada Senin.
Tatar dan delegasinya juga mengadakan pertemuan untuk terakhir kalinya dengan para pejabat Turki di Ankara menjelang pembicaraan Jenewa.
Pihak Siprus Turki akan mempertahankan visi baru dua negara berdasarkan persamaan kedaulatan dan kerja sama selama pertemuan tersebut.
Yunani dan pihak Siprus Yunani terus bersikeras bahwa solusi di Siprus akan dicapai melalui model "federasi", yang telah dinegosiasikan selama lebih dari setengah abad dan belum membuahkan hasil apa pun.
Pihak Yunani berpendapat bahwa negosiasi harus dilanjutkan di mana mereka berhenti selama pembicaraan Crans Montana pada 2017.
Pihak Turki menekankan bahwa ini tidak mungkin dan pembicaraan di Jenewa akan memutuskan apa yang akan dinegosiasikan mulai sekarang dan seterusnya.
Penjamin lainnya untuk pulau itu, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab, juga menyinggung posisi negaranya terkait konferensi tidak resmi selama kunjungannya ke Siprus pada Februari lalu.
Menyatakan konferensi yang dipimpin PBB adalah kesempatan untuk memberikan manfaat bagi komunitas pulau dan meningkatkan stabilitas regional di Siprus, Raab menekankan bahwa mereka akan memainkan peran mereka sebagai negara dalam membantu menyelesaikan masalah Siprus.
Di sisi lain, pertemuan di Jenewa juga penting karena merupakan pertemuan pertama yang akan dihadiri Sekretaris Jenderal PBB Guterres secara tatap muka pasca wabah Covid-19.
Guterres berharap para pihak akan datang ke pertemuan di Jenewa dengan ide-ide "kreatif". Seruan Guterres ini sejalan dengan sikap pihak Turki dalam membawa ide-ide baru ke meja perundingan.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu telah mengunjungi TRNC pada 16 April sebelum pertemuan Jenewa.
Cavusoglu mencatat bahwa tidak ada gunanya menegosiasikan yang tidak mungkin dan itu akan membuang-buang waktu.
Sengketa yang sudah berlangsung lama
Siprus melewati perjuangan selama puluhan tahun antara Yunani dan Siprus Turki, terlepas dari serangkaian upaya diplomatik oleh PBB untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif.
Pulau itu telah terbagi dua sejak 1964 ketika serangan etnis memaksa warga Siprus Turki mundur ke daerah pojok demi keselamatan mereka. Pada 1974, kudeta Siprus Yunani yang bertujuan untuk mencaplok Yunani menyebabkan intervensi militer Turki sebagai kekuatan penjamin. Lalu Republik Turki Siprus Utara (TRNC) didirikan pada tahun 1983.
Pemerintahan Siprus Yunani, yang didukung oleh Yunani, jadi anggota Uni Eropa pada 2004, meski sebagian besar orang Siprus Yunani menolak rencana penyelesaian PBB dalam referendum tahun itu, yang membayangkan Siprus yang akan bersatu kembali dengan Uni Eropa.