Rıskı Ramadhan
23 Mei 2018•Update: 07 Juni 2018
Omer Aydin
PARIS
Kementerian Dalam Negeri Perancis pada Rabu mengumumkan keputusan untuk memindahkan tenda-tenda imigran di sejumlah wilayah di Paris.
Kamp-kamp ilegal yang menampung sekitar 2.300 orang di utara dan timur Paris sudah menjadi sangat tidak nyaman bagi masyarakat kota itu, kata pernyataan kementerian.
Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb telah melakukan pertemuan dengan kepala kepolisian Paris dan wali kota Ile de France untuk membahas proses evakuasi.
Pernyataan itu juga menekankan bahwa pemerintah lokal harus mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa kamp-kamp ilegal tidak didirikan lagi.
Evakuasi ini akan menjadi evakuasi yang ke-35, yang telah mengeluarkan sebanyak 28.000 orang dari tenda-tenda itu sejak tahun 2015, kata pernyataan tersebut.
Di Paris, kebanyakan imigran tinggal di tiga wilayah. Jumlah imigran yang adadi sekitar Kanal Saint-Denis di wilayah Porte de la Villette meningkat pesat dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, hampir seribu orang tinggal di tenda dan barak di dua kamp pencari suaka di Porte de Clignancourt di utara Paris.
Penutupan Pusat penerimaan La Chapelle yang dibuka oleh pemerintah untuk pencari suaka pada 30 Maret lalu juga telah membuat mereka yang tinggal di sana kembali ke jalanan.
Surat kabar Le Parisien mengabarkan, sekitar 3.000 pencari suaka tinggal di tepi sungai atau di bawah jembatan di utara kota, dan pada bulan semi jumlah ini bertambah sekitar 80 setiap hariya.