Umar Farooq
29 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton pada Jumat mengumumkan bahwa dia akan melakukan perjalanan ke Turki dan Israel bulan depan, ketika AS memulai penarikan pasukan militernya dari Suriah.
Bolton mengatakan dia akan membahas masalah keamanan di kawasan itu, serta langkah selanjutnya dalam perang melawan Daesh ketika AS meninggalkan daerah itu.
"Kami akan membahas kerja lanjutan tantangan keamanan yang dihadapi sekutu dan mitra di kawasan itu, termasuk fase selanjutnya dari perang melawan ISIS, ketika AS mulai membawa pulang pasukan dari Suriah," kata Bolton lewat Twitter, dengan menggunakan nama lain untuk kelompok teroris Daesh.
Dengan langkah mengejutkan, Presiden AS Donald Trump pekan lalu mengumumkan penarikan 2.000 tentara dari Suriah. Trump membuat keputusan itu saat menerima panggilan telepon dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Banyak pejabat senior tidak menduga keputusan Trump itu, termasuk Bolton, yang telah mempertahankan AS agar tidak meninggalkan Suriah sampai Iran keluar dari negara itu.
Kunjungan Bolton pertama kali diumumkan awal pekan ini oleh juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Turki Omer Celik, yang mengatakan Bolton akan berkunjung setelah Hari Tahun Baru.