Muhammad Abdullah Azzam
02 September 2019•Update: 03 September 2019
Esat Fırat
YERUSALEM
Sebanyak 67 pemukim fanatik memaksa masuk ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Pejabat Administrasi Lembaga Islam di Yerusalem yang tak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kepada Anadolu Agency bahwa polisi Israel melindungi 67 orang Yahudi fanatik yang memaksa masuk Masjid al-Aqsa.
Para pemukim Yahudi fanatik itu menyerbu Masjid al-Aqsa melalui Gerbang Al-Magharibah (Maroko) di barat daya kompleks Masjid Al-Aqsa.
Pejabat itu mengungkapkan sejumlah petugas intelijen Israel juga menyertai romobongan itu.
Penyerbuan pemukim Yahudi fanatik menyebabkan ketegangan dan keributan antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks tersebut.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat al-Aqsa berada, selama Perang Timur Tengah 1967.
Israel Secara resmi mencaplok seluruh kota pada 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Pada akhir 2015, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melarang menteri dan anggota parlemen memasuki kompleks al-Aqsa dalam upaya untuk menenangkan ketegangan di Tepi Barat yang diduduki Israel, menyusul serangan yang dilakukan berulang kali oleh pemukim Yahudi di situs tersebut.
Namun pada Juni tahun lalu, Netanyahu mencabut larangan tersebut, yang kemudian memungkinkan anggota Knesset (parlemen Israel) untuk mengunjungi kompleks tersebut setiap tiga bulan sekali.