Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 Maret 2019•Update: 29 Maret 2019
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan akan bertemu pada Jumat di Wina, Austria, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, Rabu.
Kedua pihak akan membahas penyelesaian konflik Armenia-Azerbaijan atas Nagorno-Karabakh dalam pertemuan yang diorganisir atas proposal Minsk Group di bawah Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), kata pernyataan itu.
Kelompok Minsk - yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS - dibentuk untuk menemukan solusi damai untuk konflik antara kedua negara.
Aliyev dan Pashinyan bertemu terakhir kali pada 22 Januari di Davos, Swiss, di mana kedua pemimpin menghadiri Forum Ekonomi Dunia ke-49.
Pashinyan, seorang mantan jurnalis, menjadi perdana menteri baru Armenia pada putaran kedua pemilihan parlemen Mei 2018.
Karabakh - wilayah yang disengketakan oleh Azerbaijan dan Armenia - memisahkan diri dari Azerbaijan pada 1991 dengan dukungan militer dari negara tetangganya, Armenia, di mana hingga saat ini proses perdamaian belum dilaksanakan.
Tiga resolusi Dewan Keamanan PBB (853, 874 dan 884) dan dua resolusi Majelis Umum PBB (19/13 and 57/298) menyebut Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan, sementara Majelis Parlemen Dewan Eropa mengatakan kawasan itu diduduki oleh pasukan Armenia.
Pendudukan Armenia atas Nagorno-Karabakh menyebabkan ditutupnya perbatasan dengan Turki, yang memihak Azerbaijan dalam sengketa tersebut.
Ikatan politik antara Ankara dan Yerevan membeku karena konflik Karabakh serta warisan pembunuhan selama Perang Dunia Pertama, yang digambarkan oleh diaspora dan pemerintah Armenia sebagai genosida, sebuah deskripsi yang disangkal oleh Turki.
Turki menegaskan kembali bahwa perselisihan perlu diselesaikan dalam kerangka hukum internasional serta kedaulatan Azerbaijan dan integritas wilayah.