Maria Elisa Hospita
23 Juni 2020•Update: 24 Juni 2020
Abdullah Ahmad
YAMAN
Gencatan senjata telah disepakati antara pemerintah Yaman dan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab.
"Negosiasi lanjutan antara kedua pihak akan berlangsung di Arab Saudi," jelas juru bicara koalisi pimpinan Saudi Kolonel Turki al-Maliki dalam sebuah pernyataan.
Menurut jubir koalisi, kedua pihak akan membahas implementasi Perjanjian Riyadh.
Perjanjian Riyadh ditandatangani pada November 2019 untuk mengatasi situasi politik, sosial, ekonomi dan keamanan di provinsi-provinsi selatan Yaman.
Namun, kedua pihak saling menyalahkan karena tidak mematuhi kesepakatan.
Al-Maliki menambahkan bahwa koalisi akan mengerahkan pengamat di Provinsi Abyan untuk memantau komitmen kedua belah pihak terhadap gencatan senjata.
Milisi STC menduduki pusat Socotra di tengah bentrokan dengan pasukan pemerintah Yaman di Kota Zinjibar di Abyan sejak Jumat pekan lalu.
STC kemudian mengumumkan pemerintahan sendiri dan masa darurat di Aden, sehingga meningkatkan ketegangan di Socotra dan provinsi-provinsi selatan lainnya.
Yaman dirundung konflik sejak Maret 2015, setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar wilayah Sanaa, hingga memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour melarikan diri.
*Ahmed Asmar turut melaporkan dari Ankara