Pemerintah Malaysia terima puing-puing terbaru pesawat MH370
Menteri Transportasi Anthony Loke menerima puing-puing yang ditemukan di tiga lokasi di Madagaskar antara Desember 2016 hingga Agustus tahun ini
Jakarta Raya
Pizaro Gozali
JAKARTA
Lima serpihan puing, yang diyakini berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370, diserahkan kepada pemerintah Malaysia pada Jumat, lansir Bernama.
Menteri Transportasi Anthony Loke menerima puing-puing yang ditemukan di tiga lokasi di Madagaskar antara Desember 2016 hingga Agustus tahun ini.
Pada upacara serah terima sederhana diadakan di Kementerian Transportasi, Loke mengatakan puing-puing baru ini akan diserahkan ke Tim Investigasi Keselamatan MH370 untuk diverifikasi.
“Seperti yang saya sebutkan di Parlemen, kami tidak pernah menutup kemungkinan apa pun. Kami siap untuk membuka kembali (pencarian pesawat jet yang hilang) jika ada bukti kredibel,” kata dia kepada wartawan.
Penyelidik independen Blaine Alan Gibson yang membawa lima puing ke beberapa keluarga korban di Malaysia, mengatakan potongan itu ditemukan oleh nelayan dan penduduk lokal di Madagaskar.
Dia mengatakan salah satu bagian itu diyakini adalah panel lantai Boeing 777, yang ditemukan tahun lalu di dekat Sandravinany, Madagaskar selatan.
Gibson mengatakan dia juga berkonsultasi dengan para ahli independen yang mengatakan bahwa bagian itu kemungkinan adalah panel lantai Boeing 777.
"Jika pihak berwenang secara resmi dapat memverifikasi potongan itu, maka itu adalah temuan signifikan karena menunjukkan lantai pesawat telah hancur. Ini menunjukkan tidak ada badan pesawat yang utuh,” kata dia.
Sementara itu, Grace Nathan, putri penumpang Anne Daisy mendesak pemerintah untuk tidak menutup pintu untuk mencari MH370.
“Mengapa kita harus menutup mata terhadap bukti yang tersapu ke daratan. Ada perusahaan yang mau mencari (MH370) tanpa biaya,” jelas dia.
"Saya pikir kita harus lebih terbuka untuk memungkinkan mereka melakukan pencarian," kata dia.
Penerbangan MH370, yang membawa 239 orang, menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada tanggal 8 Maret 2014.
Kejadian ini menjadi salah satu misteri dalam sejarah penerbangan di dunia.
Misi pencarian laut dilakukan selama hampir tiga tahun untuk menemukan pesawat yang hilang di Samudra Hindia. Sejumlah negara terlibat dalam pencarian ini seperti Australia, China dan Malaysia.
Misi lain yang dilakukan oleh Ocean Infinity, sebuah perusahaan eksplorasi bawah laut berbasis di AS, dihentikan pada Mei lalu tanpa ada temuan signifikan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
