Maria Elisa Hospita
30 November 2018•Update: 30 November 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) mengkonfirmasi bahwa sebanyak 23 penduduk sipil tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Provinsi Helmand.
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat, misi PBB itu mengungkapkan bahwa sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
UNAMA juga berupaya memverifikasi sebuah laporan yang menyebutkan bahwa 10 anak dan delapan perempuan tewas akibat serangan itu.
Pada Kamis, Mayor Bariki Mallya, juru bicara Misi Dukungan Resolute pimpinan NATO di Afghanistan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan udara di distrik Garmsir, Provinsi Helmand, dilakukan oleh pasukan AS atas permintaan pasukan Afghanistan yang menargetkan gerilyawan Taliban yang dipersenjatai dengan senapan mesin.
“Untuk membela diri, pasukan melancarkan serangan udara. Saat serangan terjadi, pasukan tidak mengetahui adanya penduduk sipil di dalam atau di sekitar kompleks; mereka hanya tahu bahwa Taliban menggunakan gedung itu sebagai pos pertempuran," jelas dia.
Serangan udara itu adalah yang kedua yang terjadi di provinsi yang sama. Awal pekan ini, operasi udara dan darat menyebabkan 16 orang - sebagian anak-anak - terluka di daerah Baba Ji.
Menurut Misi PBB di Afghanistan, korban sipil akibat serangan udara telah meningkat tajam, yaitu 52 persen, dalam semester pertama tahun 2018 jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Sebanyak 149 warga sipil tewas dan 200 terluka selama paruh pertama tahun ini.