Maria Elisa Hospita
24 Mei 2019•Update: 24 Mei 2019
Mustafa Deveci
YERUSALEM
Lima partai sayap kanan di Knesset sepakat untuk membentuk pemerintahan minoritas di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Perwakilan partai-partai itu berkumpul untuk membahas pembentukan pemerintahan koalisi di Yerusalem Barat.
Partai-partai itu hanya diwakili oleh 60 dari 120 anggota di parlemen. Karena mereka gagal mendapatkan 61 kursi, mereka memutuskan untuk membentuk pemerintahan minoritas dengan Netanyahu sebagai pemimpin.
Sementara itu, mantan menteri pertahanan Avigdor Liberman, ketua Yisrael Beiteinu (Israel Our Home), didesak untuk mendukung pemerintah minoritas, tetapi dia meminta agar orang-orang Yahudi Ultra-Ortodoks direkrut dalam tentara.
Pakar politik berpendapat proses pembentukan pemerintah tak akan kunjung selesai, kecuali Liberman mundur.
Oleh karena itu, Netanyahu harus meyakinkan Liberman untuk membentuk pemerintah koalisi paling lambat 28 Mei. Jika dia gagal, Presiden Reuven Rivlin akan membahas pembentukan pemerintah dengan parlemen.
Pada 2018, pemerintah Israel membahas perekrutan orang-orang Yahudi Ultra-Ortodoks di dalam agendanya, tetapi rancangan resolusi - yang juga berupaya meningkatkan jumlah tentara Israel - tidak diajukan ke parlemen karena keretakan dalam tubuh koalisi yang dipimpin Netanyahu.
*Ditulis oleh Ali Murat Alhas