Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 April 2020•Update: 03 April 2020
Tuba Sahin
ANKARA
Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (UN DESA) mengatakan ekonomi global dapat menyusut 0,9 persen tahun ini karena pandemi virus korona (Covid-19).
"Output dunia dapat berkontraksi lebih lanjut jika pembatasan yang diberlakukan pada kegiatan ekonomi meluas ke kuartal ketiga dan respon fiskal gagal mendukung pendapatan dan pengeluaran konsumen," kata badan PBB itu,Rabu.
Menekankan pada kehilangan pendapatan yang akan menghasilkan tingkat pengangguran lebih tinggi, laporan itu mengatakan guncangan sisi penawaran akan diubah menjadi guncangan sisi permintaan yang lebih luas bagi perekonomian.
UN DESA mengungkapkan bahwa paket stimulus fiskal yang dirancang dengan baik, memprioritaskan pengeluaran kesehatan untuk menahan penyebaran virus dan memberikan dukungan pendapatan kepada rumah tangga yang paling terkena dampak pandemi akan membantu meminimalisasi kemungkinan resesi ekonomi yang dalam.
“Diperlukan langkah-langkah kebijakan yang mendesak dan berani, tidak hanya untuk mengatasi pandemi dan menyelamatkan nyawa, tetapi juga untuk melindungi yang paling rentan di masyarakat kita dari kehancuran ekonomi dan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas keuangan,” kata Wakil Sekretaris Jenderal UN DESA. Liu Zhenmin.
Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, virus korona telah menyebar ke setidaknya 180 negara dan wilayah.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University Amerika Serikat, lebih dari 937.500 kasus telah dilaporkan di seluruh dunia sejak Desember lalu, dengan angka kematian lebih dari 47.200 dan lebih dari 194.300 dinyatakan sembuh.